Daftar Film Horror Korea yang Terhorror.


udah lama sih saya suka sama film horror korea. beberapa dari ceritanya menarik, ada yang bener2 mencekam, yang twist ending yang heartwarming dan seterusnya. sampe diremake sama hollywood pun juga ada.
berikut daftar film horror korea yang terhorror versi Ijefferson.wordpress.com.
As Before, Sinopsis Not By Me Okaaaay!


1. A Tale Of Two Sister (2000)

Film A Tale of Two Sisters bermula dari sosok seorang gadis remaja yg dirawat di rumah sakit jiwa. Gadis itu hanya tertunduk diam ketika dokter bertanya dan mengajaknya berbicara. Lalu si gadis menoleh ke arah jendela. Cerita menjadi flash back…
Su-mi(Im Soo Jung) dan adik perempuannya,Su-yeon(Moon Geun Young), baru saja tiba di sebuah rumah bergaya klasik dengan halaman luas dan danau yg tak jauh dari rumah tersebut. Seorang wanita menyambut mereka ketika memasuki rumah, Eun-joo(Yeom Jeong-ah). Su-mi tidak suka dengan Eun-joo,maka ia bersikap acuh pada wanita itu yg sebenarnya adalah ibu tiri mereka. Tinggal di rumah itu membuat Su-mi sering mengalami hal-hal aneh dan bermimpi buruk. Hubungan dengan ibu tirinya sangat buruk dan ayah mereka,Moo-hyeon(Kim Kap-su) juga seolah tidak mempedulikan mereka. Hanya Su-yeon yg selalu menemani Su-mi…Namun suatu hari Su-yeon menghilang. Su-mi sangat frustasi mencari adiknya. Ia curiga ibu tiri mereka melakukan hal yg jahat pada Su-yeon. Hingga pada akhir pencariannya, Su-mi menemukan karung penuh bercak darah di salah satu sudut rumah…
Notes by me : yang membuat saya sangat menyukai film ini adalah.. karena film ini berbeda dengan film horror yang lainnya. pertama, di film ini hantunya gak membunuh seperti di film horror lainnya. kedua, meskipun film ini gak ada scene bunuh-bunuhan oleh hantunya, tapi film ini tetep menggambarkan unsur seremnya. jadi seremnya itu bener2 dapet, ada sedihnya juga..
Fyi, Film ini pun uda di remake sama hollywood dengan judul… The uninvited.
2. Wishpering corridors 4: Voice. (2005)
Young-eon seorang siswi di salah satu sekolah perempuan. Dia mempunyai kesempatan untuk bisa bernyanyi solo di paduan suara sekolahnya. Guru musiknya memilih dia sebagai penyanyi solo karna dilihat memiliki karakter yang berbeda dengan teman-temannya. Suatu malam di latihan dengan keras di ruang music sekolahnya. Sahabatnya yang bernama Sun-Min menyarankan agar Young-eon tidak terlalu semangat latihan karna dia juga harus menjaga kesehatannya. Ketika Sun-Min mengajak Young-eon pulang, Young-eon menolak ajakannya karna dia mau tetap di ruang music untuk tetap latihan. Akhirnya, Sun-Min pun mengalah untuk pulang sendiri. Ketika Young-eon seorang diri di ruang music tiba-tiba ada sosok misterius yang melemparkan kertas ke lehernya sehingga membuat dirinya mati seketika. Keesokan harinya Sun-min bingung kenapa Young-eon tidak masuk sekolah. Yang lebih misterius lagi ketika Sun-Min dapat mendengar suara Young-eon namun tidak bisa melihat wujud aslinya. Ternyata bukan hanya Sun-Min yang dapat mendengarnya, Cho-ah gadis misterius yang ternyata pernah tinggal di nuthouse tersebut, juga bisa mendengar suara Young-eon. Akhirnya mereka memutuskan untuk melakukan pencarian tentang hilangnya Young-eon yang misterius tersebut.
Film Horror Asia ini adalah judul lanjutan dari Whispering 1-3 sebelumnya, namun ini hanya berhenti sama di judul saja. Cerita yang dihadirkan dari whispering 1-4 sama sekali tidak ada hubungannya karna mereka tersendiri memiliki tema cerita yang berbeda-beda. Tema yang diambil dari Whispering Corridors kali ini adalah berhubungan dengan suara. Jadi bisa dibilang, hampir sekitar 85% penonton akan disajikan berbagai macam suara-suara dan musik-musik opera dan orchestra yang mampu membuat bulu kuduk berdiri (jika menonton di tengah malam). Bisa dibilang setting tempat cerita Whispering Corridors 4 ini seperti halnya dengan Death Bell 2 yang hanya mengandalkan satu setting yaitu sekolah. Sepertinya film horror Asia begitu bersemangat sekali mengambil setting tempat sekolah, walaupun setting sama tapi cerita yang dihadirkan tidak pernah habis ide ceritanya.
Notes by Me : salah satu episode wc yang terhorror setelah wc 3. paduan suaranya saja uda horror kayak gitu…………
3. Wishpering Corridors 3: Wishing Stairs. (2003)
Sebuah legenda tentang tangga yang dapat mengabulkan permintaan, ketika menginjak anak tangga ke 29, roh akan mengabulkan permintaannya. Cerita ini berfokus antara 2 sahabat, Kime So-hee (Han-byeol Park) dan Yoon Jin-sung (Ji  hyo Song) yang sama-sama siswa sekolah ballet. Ketika sebuah kompetisi dimana pemenang kompetisi tersebut akan berangkat ke sekolah ballet terkenal di Rusia mulai memecah persahabatan mereka. Jin-sung sangat berharap bisa menang dari So-hee yang paling mempunyai peluang memenangkan kompetisi ini. Kim So-heen pun mendatangi tangga yang dapat mengabulkan permintaan itu. Awalnya Jin-sung tidak percaya akan legenda itu, tapi setelah melihat Eon Hae-Ju (An Jo) seorang siswi gendut dan jelek yang tiba-tiba berubah kurus karena berdoa di tangga tersebut, Kim So Heen pun percaya. Kim Sho-heen meminta dapat mengalahkan So Hee. Tapi harga yang harus dibayar Jin-sung dari doanya tersebut ternyata membuat So Hee meninggal. Jin Sung pun memenangkan kompetisi itu. Beralih ke Eon Hae Ju, dia ternyata sangat menyukai So-hee, karena kematian So-hee, Hae-ju menjadi kesepian. Hae-ju pun meminta ke Wishing Stairs supaya So-hee kembali. Arwah So-hee pun bangkit dan mulai menghantui Jin-sung.
4. Muoi The Legend Of Portrait (2007)

Film ini bercerita Tentang YOON-HEE seorang novelis yang telah putus asa untuk membuat cerita baru. Hingga suatu saat ia mendengar dari SEO-YEON,seorang temannya di Vietnam , tentang sebuah cerita yang sangat unik tentang legenda Potret Muoi itu.Sebuah dendam lama membuat YOON-HEE ragu untuk pergi ke Vietnam untuk bertemu SEO-YEON.Namun, Ia terpesona oleh potret-potret SEO-YEON tentang MUOI yang selalu ia kirimkan. Akhirnya YOON-HEE pergi ke Vietnam untuk mengungkap sebuah legenda sebuah Potret yang telah terpendam selama berabad-abad itu. YOON-HEE sangat tertegun melihat penampilan SEO-YEON yang mempesona, walaupun belum pernah bertemu sebelumnya,ia sangat ramah menyambut YOON-HEE. Akhirnya SEO-YEON menceritakan tentang misteri MUOI. Berawal dari situlah konflik cerita ini dimulai, Vietnam tempat yang eksotis itu berubah menjadi sebuah mimpi buruk, dan rahasia muoi yang telah terkubur dalam itu seakan tidak pernah terungkap.
5. dont click (2012)
Kisah dimulai ketika Jung Mi (Kang Byul) menerima video ritual medium dari Joon Hyuk (Joo Woon). Video itu berisi boneka yang disayat-sayat perutnya. Isi kapas dalam perut boneka dikeluarkan, diganti segenggam beras dan beberapa helai rambut. Mata kanannya dicungkil lalu dijahit. Ia diikat dan dibenamkan dalam air bercampur darah. Jung membagikan video itu kepada temannya, Cutie (Hae In).
Usai menonton rekaman itu, Cutie disuguhi rekaman adegan dirinya sendiri. Malam itu, Cutie seperti diawasi seseorang. Ketika memasuki lift, lift berhenti di area parkir, lantai 12. Pintu terbuka. Ia melihat gadis berambut panjang, berlumur darah. Cutie adalah korban pertama. Beberapa hari setelah Cutie tewas, Se Hee (Bo Young) merasa adiknya, Jung Mi, berlaku tidak wajar.

Jika film horor di negara anu sekadar menebar teror tanpa memperhatikan kedalaman karakter, Kim menyisakan ruang bagi penonton untuk mengenali kakak beradik Se Heed dan Jung Mi. Anda diizinkan menggali informasi mengapa dua gadis ini tinggal sendiri. Seberapa erat chemistry keduanya, dan bagaimana mereka menjalani kehidupan sehari-hari.
Kim memberi adegan penting pada menit pertama kemudian beralih ke kehidupan tokoh utama. Baginya, pengenalan karakter lebih penting sebelum bersinggungan dengan adegan awal. Selain itu, menjaga rasa penasaran penonton hingga tiga perempat durasi dirasa perlu.
Kejutan demi kejutan terus dicecer untuk meminimalkan efek jenuh. Dibanding Ju On atau The Ring, penuturan DC lebih ringkas. Teror pun lebih banyak. Konsekuensinya, ada beberapa penampakan yang sebenarnya tidak perlu dimunculkan karena minim makna.
Our Favorite Scene: Jung Mi membagikan rekaman video kepada Se Hee. Anehnya, file yang seharusnya berisi ritual berubah menjadi rekaman pelecehan seksual di ruang publik. Ia penasaran, lalu membuka file itu di komputernya. Ketika dibuka, isi file berubah lagi menjadi sketsa lemari yang sama dengan bentuk lemari di kamar Jung. Di dalam sketsa, pintu lemari terkuak. Beberapa detik kemudian, lemari di belakang Jung juga terkuak. Perlahan, muncul tangan pucat merayap dari….
6. Cinderella (2006)
Film ini dimulai dengan kue ulang tahun yang menyala dalam gelap. Sosok yang tak terlihat bersenandung “happy birthday to you” membawa kue ke kamar tapi kemudian menjatuhkannya shock seperti yang kita melihat orang lain yang tidak diketahui siapa bunuh diri dengan cara gantung diri.
Kemudian cerita selanjutnya diperkenalkan seorang gadis, Su-Kyoung, berbaring di meja operasi siap untuk menjalani operasi plastik. Dia sangat gugup dan ketakutan dan sedang di hibur oleh temannya Hyeon-su. Orang tua Hyeon-su sudah bercerai. Kemuidan ada ibunya Yoon-hee yang seorang dokter bedah plastik yang sukses dan berbakat. Kedua perempuan muda terlihat sedang berbicara dan menunjukkan bahwa mereka memiliki hubungan ibu-anak yang baik.
Sementara itu, Su-Kyoung sendirian dan panik di ruang operasi. Dia melihat sebuah gambar menakutkan seorang gadis mengenakan gaun biru gelap dan rambut hitam panjang yang menutupi wajahnya. Gadis itu merangkak di bawah meja dan menghilang dari pandangan. Yoon-hee kemudian muncul dan memulai operasi, dia mengatakan pada Su-Kyoung bahwa itu adalah waktunya untuk menjadi cantik. Sehari kemudian adalah hari ulang tahun Hyeon-su. Dia mengatakan pada ibunya untuk mengadakan pesta, ibunya akhirnya meyakinkan dia untuk membuat pesta di rumahnya (dia sangat kaya).
kemidan cerita berlanjut lagi Hyeon-su di kelas seninya, membuat patung wajah Su-Kyoung. Banyak gadis-gadis berkomentar dikelasnya mengatakan bahwa Su-Kyoung terlihat jauh lebih menarik dari pada yang sebelumnya dan bertanya-tanya apakah dia diet atau menjalani operasi. Hyeon-su kemudian berbicara dengan teman-temannya yang lain  Jae-hui, dan meminta dia untuk mengomentari pekerjaan luar biasa yang dilakukan ibunya pada dirinya.
Pembicaraan dua anak perempuan itu terlihat seru hingga keduanya tertawa, Hyeon-su sengaja memotong wajah model nya itu. Su-Kyoung dengan luka besar muncul di pipinya. Dia berteriak dan lari ketakutan. Dia turun ke bangunan lain sambil memegang wajahnya yang berdarah. Sebuah lengkingan suara misterius dan mengatakan dia ingin wajahnya kembali. Hyeon-su muncul dan bertanya padanya apakah dia baik-baik saja, Su-Kyoung yang terpotong wajahnya dan berdarah tiba- tiba menghilang. Hye-won, seorang gadis yang berteman dengan Hyeon-su telah memutuskan apakah dia harus mengoprasi mata atau hidungnya pada Yoon-hee. Dia memutuskan untuk mengoprasi matanya.
Sementara itu Hyeon-su, Jae-hui dan Su-Kyoung menunggu di halte bus saat seorang wanita tua memberikan selebaran untuk cucu nya hilang. Su-Kyoung menjauh, terganggu oleh peristiwa sebelumnya. Bus itu tiba tapi Hyeon-su menunggu temannya Sung-eon yang akan datang. Jae-hui menunjukkan wajah yang jijik ketika mendengar berita itu namun tidak diberi waktu untuk berdebat ketika kondektur bus mengusirnya untuk segera turun. Sung-eon adalah cewek tomboy dan lebih dekat dengan Hyeon-su dari teman lain yang dia tidak mengenalnya dengan baik, ia juga tidak mengalami masalah dengan operasi plastik. Sung-eon muncul dengan sepeda motor gandeng menuju rumah Hyeon-su itu.
Jae-hui dan Su-Kyoung menunggu di luar rumah Hyeon-su itu. Jae-hui mengeluh, tetapi ketika Hyeon-su dan Sung-eon tiba dia menunjukkan ketidaksukaan sebagai gadis tomboi. Gadis-gadis itu kemudian merayakan pesta Hyeon-su dan Su-Kyoung memberikan kepadanya sebuah boneka mahal untuk hadiah. Ketika menyalakan kue, Su-Kyoung melihat sosok menakutkan yang sama ketika dia menjalani pembedahan muncul di sebelah Hyeon-su, tetapi tidak ada orang lain bisa melihatnya kecuali Su-Kyoung…
Lilin-lilin padam. Dalam panik dan keterburu-buruan, Su-Kyoung jatuh ke arah kue (yang akan dilemparkan pada Hyeon-su) dan kemudian pergi ke kamar mandi untuk mencuci wajahnya. Su-Kyoung mengagumi wajahnya sejenak sebelum ia melihat wajahnya berubah menjadi memiliki luka. Dia berteriak dan berjalan keluar dari rumah Hyeon-su dengan Jae-hui menyalahkan Sung-eon dan memberinya tampilan yang buruk sebelum pergi. Yoon-hee bertanya apa masalahnya tapi Sung-eon meyakinkan dia bahwa semuanya baik. Kemudian kedua gadis sedang melihat sebuah album foto dan tertawa tentang apa yang mereka lihat. Hyeon-su kemudian memberitahu Sung-eon bahwa dia tidak punya foto masa kecil. Yoon-hee mendengarkan melalui pintu dan kemudian berjalan pergi.
Sementara itu Su-Kyoung  mengunci diri di dalam kamarnya selama berhari-hari dan menolak untuk melihat siapapun. Ibunya memanggil Yoon-hee dan Hyeon-su untuk datang dan membantu. Su-Kyoung mengatakan pada Hyeon-su,dia mengatakan kepadanya bahwa ada sesuatu yang salah dengan wajahnya dan bahwa tidak ada yang dapat membantunya. Hyeon-su memeluk dia, tapi Su-Kyoung mendengar suara lain berkata “cukup” dan Su-Kyoung ketakutan kemudian Hyeon-su keluar. Hyeon-su berdiri di pintu dan Su-Kyoung terlihat memecahkan cermin, tiba-tiba muncul kembali hantu gadis itu dan terlihat closeup mata birunya. Dia kemudian berkata “Aku akan membuat mu cantik” kemudian tertawa keji. Wajah Su-Kyoung yang mulai keras terbelah kemudian terbuka dan dia berteriak, meremas pecahan cermin hingga tangannya berdarah. Hyeon-su dan para wanita lainnya berhasil memasuki ruang setelah Su-Kyoung  berhenti menjerit. Hyeon-su menemukan Su-Kyoung sudah mati dengan kondisi tubuhnya membalik-nya telentang, mengungkapkan wajahnya, terpotong di satu sisi. Ibunya menjerit.
Saat sekolah keesokan harinya, Hye-won berbicara kasar pada Hyeon-su dan menyalahkan kematian Su-Kyoung pada dirinya. Hye-won telah menjalani operasi dengan Yoon-hee. Jae-hui menatapanya  dan mengancam lalu menyebut kan sebuah kata”Dasar gelandangan!”  Hyeon-su marah . Di rumah mereka Yoon-hee mendapati bahwa Hyeon-su menelepon ayahnya (dia tidak tinggal dengan mereka setelah berrcerai). Kemudian Yoon-hee memberikan Hyeon-su sebuah topeng, menutupi seluruh wajahnya. Sementara Hyeon-su tertidur sepasang tangan misterius mulai membelai wajahnya sebelum mencoba untuk mencungkil matanya dengan ibu jari. Hyeon-su panik dan air mata keluar dari topeng wajah dan tidak melihat seseorang dan ibunya kemudian datang menghiburnya dan membagi momen penuh kasih sayang sebelum ibunya menempatkan topeng wajahnya ke dalam kotak di ruangan lain.
Hyeon-su kemudian masuk ke ruangan bawah tanah dimana dia diberitahu untuk tidak pergi ke sana oleh ibunya. Dia menatap tempat menyeramkan itu dan menemukan gambar seorang anak dengan wajah sangat menyeramkan dengan luka bakaran dan sbuah tulisan yang mengatakan, Hyeon-su sebelum operasi. Gadis dengan rambut panjang sedang mengawasi Hyeon-su tapi tiba-tiba menghilang ketika ibunya datang dan menegurnya. Hyeon-su kemudian menjauh dan menolak untuk berbicara kepada ibunya.Di pesta kolam Hye-won pergi dan duduk di sebelah Jae-hui dan minta maaf untuk tingkah lakunya. Jae-hui kemudian bertanya padanya apakah dia melihat sesuatu yang aneh ketika dia melihat sebuah pisau, Hye-won hanya diam. Kedua gadis itu takut dan pergi untuk mencari tahu pada Yoon-hee apa yang terjadi. Yoon-hee hanya memberitahu mereka bahwa mereka hanya tegang karena kematian Su-Kyoung itu, ke dua anak perempuan itu merasa lega.
Hyeon-su meninggalkan rumah untuk bertemu dengan ayahnya, dia dan Seung-eun mengendarai motor. Dengan hati-hati Yoon-hee mengikuti keduanya.
Hyeon-su berbicara dengan ayahnya, tentang masalalu Yoon-hee. Bertahun-tahun sebelumnya, ia mengatakan saat itu Hyeon-su menunggu di dalam mobil sementara ibunya memberikan file untuk suaminya. Dia berjanji akan berjalan ke taman bersama Hyeon-su. Saat Yoon-hee memasuki gedung, mesin mobil yang masih menyala dan puntung rokok yang juga menyala. Yoon-hee menemukan suaminya bersama seorang wanita sedang melakukan oral seks dan dia memukul kan kepala suaminya dengan file yang dia pegang. Saat ia dan suaminya beradu argumen, mesin mobil meledak, mengerikan membakar Hyeon-su dan dalam keadaan koma. Yoon-hee menangis di rumah sakit selama putrinya tak sadarkan diri dengan wajah yang cacat.
Dia kemudian mengunjungi sebuah gereja dan melihat seorang gadis yatim piatu kecil, Yoon-he mengajak anak itu pulang dengannya, dan menyuruhnya memanggilnya ibu. Gadis yatim piatu menyayangi Yoon-hee dan keduanya memiliki hubungan ibu-anak yang dekat dan penuh kasih sayang. Suami Yoon-hee kemudian pergi ke rumah sakit untuk menjenguk Hyeon-su namun anak itu hilang. Gadis yatim piatu itu masuk ke sebuah ruangan dan melihat gadis cacat terbaring di tempat tidur, itu adalah Hyeon-su. Dia bertanya pada Yoon-hee apakah gadis itu sakit dan Yoon-hee mengatakan ya, sebelumnya dia mengatakan bahwa ia tidak pernah bisa melihatnya. Gadis yatim piatu menerima hal ini sebelum lari keluar dari ruang bawah tanah dengan gembira.
Kembali pada saat itu, Hyeon-su dan ayahnya membicarakan foto dan Hyeon-su. Yoon-hee bertemu dengan mantan suaminya dan mengatakan kepadanya bahwa dia tidak punya hak untuk melihat Hyeon-su. Mantan suaminya kemudian berpendapat mengatakan Hyeon-su adalah gadis yatim piatu itu. Yoon-hee merespon dengan mengatakan “Dia putriKU”. Yoon-hee  berdiri di tengah hujan dengan payung dia menatap Hyeon-su sambil menangis, dan Hyeon-su mengatakan “ibu” kemudian memeluknya.
Yoon-hee kembali ke rumahnya dan menyuruhnya untuk mandi. Bel pintu berbunyi dan Yoon-hee pergi untuk melihat siapa yang datang, wajah ngeri ketika dia tahu bahwa Hyeon-su yang membunyikan bel pintu. Ketika dia membiarkan Hyeon-su di dalam, dua argumen hadir di mana Hyeon-su mengatakan bahwa dia bukan ibu kandungnya yang menyebabkan Yoon-hee menamparnya. Hyeon-su mengunci diri di kamarnya, Yoon-hee mengatakan lantai basah kuyup dan kemudian mendengar keran di kamar mandi berjalan. Bak mandi dipenuhi dan diisi dengan gelembung. sebuah genggaman tangan pucat dari sisi bak mandi tapi kemudian meluncur kembali ke air saat Yoon-hee masuk. Yoon-hee mematikan keran dan mulai mandi, langkah kaki meninggalkan kamar mandi dan menuju ruangan Hyeon-su itu. Pintu Hyeon-su yang membuka sendiri dan  Hyeon-su memeriksanya dan melihat itu ibunya berjalan di ujung koridor, tempat tidurnya tiba-tiba menjadi basah. Hyeon-su duduk di atasnya, dan menemukan rambut panjang dan kusut yang basah di punggungnya dan dia menjerit. Dia menarik kembali selimut dan ketakutan menatap gadis dalam gaun biru yang tergeletak basah kuyup di bawah tempat tidur. Dia berteriak lagi dan gadis itu menghilang.
Keesokan harinya Hyeon-su ingin menunjukkan gambar gadis yang hilang dari wanita tua bersama Sung-eon dan kemudian menunjukkan foto yang diberikan kepadanya oleh ayahnya. Sung-eon mengatakan bahwa mereka terlihat persis sama tetapi memiliki warna mata yang berbeda. :) Sementara itu Jae-hui dan Hye-won sedang melukis potret diri. Hye-won pergi ke toilet dan Jae-hui mencuci kuas cat nya. Dia tidak memperhatikan hal itu dan ember cat-airnya tumpah dan kuasnya masuk ke lubang westafel. Dia mencoba mengambil dengan tangannya namun tak dapat menjangkaunya karena tak terlihat dan kemudian memasukkan wajahnya. Jae-hui sengaja air mata memberika efek air mata pada lukisannya. Sung-eon mendapat telepon dari ibu Hyeon-su. Hye-won kembali dan terkejut melihat lukisannya robek dan goresan di wajah Jae-hui, yang sekarang tampak seperti katatonik dan dalam keadaan menyedihkan. Selanjutnya scane berlanjut terlihat dua anak perempuan duduk berhadapan dan tersenyum sambil menggambar sebuah garis di wajah mereka, saling bercerita bagian mana dari wajah mereka perlu diperbaiki. Mereka kemudian mengangkat dua pisau bedah dan mulai perlahan-lahan memotong pada garis, kedua mengucapkan “Aku akan membuat Anda cantik” pada saat yang sama, dengan kaki mereka berada di dalam ember. Hyeon-su dan Sung-eon keduanya memasuki ruangan dan menemukan kedua anak perempuan berlumuran darah dengan wajah robek, sambil tersenyum pada mereka berdua. Ambulans datang dan paramedis membawa Jae-hui dan Hye-won pergi dengan tandu (mereka mungkin meninggal karena kehilangan darah). Sung-eon di panggil ke kantor polisi untuk menjawab pertanyaan tentang dua anak perempuan itu.
Yoon-hee datang ke TKP dan berkata “Hyeon-su”. Hyeon-su lain terkunci lama oleh sang ibu di ruang bawah tanah. Yoon-hee akan melakukan segala sesuatu untuk Hyeon-su, setelah Hyeon-su tidur dia meninggalkan kamar anaknya dan teringat masalalu. Hyeon-su, masih dengan wajah penuh luka bakar mulai menunjukkan tanda-tanda perbaikan dan Yoon-hee kemudian melakukan sebuah operasi. Yoon-hee mematikan salah satu suplai oksigen gadis itu tetapi tidak membunuh gadis miskin itu, entah mengapa dia kembali terisak-isak dengan rasa bersalah dan kesedihan untuk “putri” nya. Dengan penuh kasih sayang Yoon-he membelai wajah gadis itu. Kemudian, gadis yang seluruh wajahnya itu di bungkus perban,Yoon-he sempat menyaksikan gadis lain bermain dengan teman-temannya (Sung-eon?) di Luar. Dia berkomentar tentang betapa cantiknya dia. Yoon-hee mengatakan bahwa dia “dia akan lebih cantik”, anak perempuannya yang di perban mengatakan bahwa ibunya lebih menyukai anak itu dari pada dirinya. Yoon-hee kemudian dengan penuh kasih sayang memberitahu anaknya bahwa dia akan membuatkannya wajah baru. Sayangnya Yoon-hee tidak sepenuhnya menepati janjinya, dan hanya membuat kan masker wajah untuk putrinya (masker wajah terlihat sebelumnya dalam film itu ). Gadis tanpa wajah itu (sekarang dia tumbuh menjadi remaja) menyelinap keluar dari ruang bawah tanah dan melihat pesta ulang Hyeon-su dengan semua teman yang akan menjalani pembedahan. Yoon-hee kemudian buru-buru meninggalkan ruangan dan mengunci kembali ruang bawah tanah tempat gadis tanpa wajah itu di kurung. Gadis tanpa wajah itu berteriak dan memohon untuk menjadi cantik. Yoon-hee menangis di sisi lain pintu. Kemudian di hari itu, Yoon-hee mempersiapkan kue (awal film) dan membawanya ke kamar gadis tanpa wajah itu dan mengetahui bahwa anaknya telah gantung diri.
Hyeon-su kemudian menemukan kamar itu dan membuka lemari yang penuh dengan topeng yang dikenakannya selama bertahun-tahun dan buku harian diisi dengan kesedihan dan kebencian terhadap Hyeon-su dan teman-temannya. Hyeon-su kemudian menemukan sebuah perangkat seperti lemari es yang di simpan Yoon-hee untuk tubuh gadis tanpa wajah itu setelah kematiannya. Sung-eon, sekarang bebas dari kantor polisi dan mengunjungi rumah Hyeon-su dan ingin beristirahat, ketika membuka kunci pintu ruang bawah tanah dia bertemu dengan Yoon-hee. Sung-eon kemudian melihat apa yang dia percaya dengan matanya sendiri Hyeon-su tetapi sebenarnya gadis itu  adalah gadis dengan tanpa wajah dan terguncang, Sung-eon pingsan. Hyeon-su sadar Sung-eon di beri obat bius oleh ibunya.
Hyeon-su berada di meja operasi di sebelah mayat gadis tanpa wajah itu,dia mengenakan topeng yang menyerupai wajah Hyeon-su. Yoon-hee menyingkirkan topeng,dan mengatakan”wajah” dan memperlihatkan wajah asli putrinya. Hyeon-su mulai panik, tapi dia tidak bisa bergerak karena obat bius. Yoon-hee mengatakan pada Hyeon-su saatnya untuk memberikan wajahnya kembali dan mulai memotong wajahnya dengan pisau bedah tetapi berhenti ketika ia ingat betapa ia mencintainya. Yoon-hee jatuh ke lantai dalam kesedihan tapi mayat si gadis tanpa berwajah bangkit dan mencoba untuk memotong wajah Hyeon-su sambil berteriak “Saya ingin wajah saya kembali!”. Yoon-hee berhenti dan mengatakan bahwa dia adalah putrinya berharga dan bahwa dia menyesal untuk semua yang dia lakukan padanya. Mayat tak berwajah mengerikan itu beralih kembali. Gadis itu adalah anak yatim piatu selama ini, bukan Hyeon-su nyata. Proses itu. Yoon-hee telah memotong wajah gadis yatim piatu dan memberikannya kepada Hyeon-su. Yoon-hee kemudian bertobat untuk dosa-dosanya dan  berjanji pada Gadis yatim piatu itu untuk pergi ke akhirat bersamanya. Namun, adegan terakhir menunjukkan anak yatim piatu, kembali pada bentuk tanpa wajah berambut panjang itu tiba-tiba muncul di samping tempat tidur Hyeon-su dan tangannya menjangkau wajahnya yang ada di wajah Hyeon-su, itu berarti bahwa ia belum puas dan masih ingin wajahnya kembali…
7. The Red Shoes (2005)

Sun Jae yang akhirnya mengetahui alasan kenapa suaminya berubah kelakuannya terhadap dia dan keluarganya akhirnya memutuskan untuk pindah bersama anak perempuannya Tae-Su ke sebuah apartemen tua. Suau hari, ketika Sun-Jae kembali ke rumah, si karakter utama ini nemuin sebuah sepatu berwarna pink (ingat Pink bukan Merah..catat) di stasiun kereta api. Si Tae-Su yang emang suka ngoleksi sepatu tentu saja nggak nyia-nyiain sepatu cantik seperti itu tergeletak begitu saja. Nah, saat si Sun-jae memakai sepatu pink itu,  dia merasa dirinya adalah orang paling cantik dan berpikir siapapun nggak boleh nyentuh nih sepatu bahkan anaknya sendiri pun nggak boleh nyentuh sepatu pink ini (ingat pink bukan merah).
Cerita pun berjalan dan Sun Jae mengetahui ada yang aneh dengan sepatu Pink ini. Ternyata orang yang merebut sepatu ini dari orang yang sudah memakainya akan mendapatkan sebuah kejadian mengerikan yaitu kematian tragis dengan kaki yang terpotong. Hal ini diketahui setelah sahabatnya Kim-Mii He ditemukan tewas sesaat setelah merebut sepatu Pink ini dari Tae-Su. Sun-Jae juga mendapatkan sebuah mimpi kalau anaknya juga akan mendapatkan kejadian yang sama dengan Kim-Mii Hee. Bersama  In-Cheol, seorang designer interior, Sun Jae pun mencari ada apa dengan Sepatu Pink terkutuk ini sebelum dirinya dan anaknya bernasib sama dengan Kim-Mii He, terbunuh dengan kaki terpenggal.
8. White: The melody of Curse  (2011)

Film ini menceritakan sebuah girlband baru bernama “Pink Dolls” yang baru memulai debutnya. Namun, kepopuleran mereka jatuh sebagai girl band yang payah dan tidak menarik.Hal ini lebih banyak dikarenakan tidak adanya kekompakkan diantara mereka. Eun Jeong adalah pemimpin tim sekaligus yang tertua adalah seorang mantan penari latar grup band lain. Alhasil, bukannya dihargai, Eun Jeong sering mendapat hinaan dari anggota Pink Dolls yang lain. Je ni adalah pemimpin vokal yang bisa mencapai nada tinggi, tidak pernah puas dengan kepemimpinan Eun Jeong, terutama ia merasa Eun Jeong terlalu tua untuk menjadi anggota girlband mereka. Ah Rang adalah anggota termuda dan merasa dirinya paling cantik, namun selalu merasa iri karena kecantikkannya tidak mampu menjadikannya vokalis utama. Sedangkan Sin ji adalah penari utama yang kasar, sok, dan merasa dirinya lebih hebat dibanding eun Jeong yang hanyalah penari latar. Meskipun Sin Ji pun sebenernya ada;ah mantan anggota grup “Pure”, namun belum debut.

Ketidak kompakan mereka terus menerus menambah beban Eun Jeong. Apalagi pimpinan manajemennya menginginkannya untuk menjadi tenar dengan jalan yang salah, yakni memberikan tubuhnya untuk seorang produser muda yang ternyata membiayai mereka, Lee Tae-yong. Hingga pada suatu hari mereka harus pindah studio, ke sebuah studio murah bekas bangunan studio lama yang pernah terbakar dan menyebabkan banyak korban jiwa termasuk para girlband, produser, dan pihak manajemen.

Tanpa sengaja, Eun Jeong menemukan sebuah video lama berjudulkan ‘White’ di studio menari. Akhirnya, karena lagu tersebut tidak pernah dirilis, maka pimpinan manajemen memutuskan lagu tersebut akan dipakai sebagai album kedua mereka. Tanpa diduga, lagu tersebut meledak di kalangan remaja, sehingga mereka mendadak menjadi idola baru. Dari Pink Dolls yang bukan apa-apa menjadi idola yang bahkan mampu menyaingi idola lama “Pure”.

Akan tetapi, kecemburuan dalam girlband ini semakin meruncing saat manajemen memutuskan untuk memilih vokalis utama yang notabene nya akan menjadi pusat perhatian sebagai idola. Namun tanpa disadari oleh mereka, saat persaingan itu meruncing diantara mereka, dendam lama di balik lagu White ternyata juga menggelora. Keanehan demi keanehan tidak wajar terjadi. Je ni yang awalnya di daulat sebagai vokalis utama terlilit mikrophone di ruang studio dan akhirnya masuk rumah sakit dan tidak sadarkan diri. A Rang yang menduga kalau kecelakaan Je Ni adalah ulah orang dalam yang iri, mendapati wajahnya mulai rusak dan mulai stres. Saat ia di daulat menjadi pusat perhatian, ia mengalami kecelakaan dan jatuh saat shooting video klip.Shin Ji, yang mengikuti acara ‘Survival Challenge’ mengalami kecelakaan dan jatuh tertindih kamera.

Hanya Eun Jeong menyadari kalau keanehan ini dimulai sejak mereka menyanyikan lagi White. Bersama sahabatnya, Soon-ye, ia menemukan fakta adanya tragedi berdarah di balik lagu White. Seorang anggota girlband pernah bunuh diri di bangunan itu akibat tidak tahan terhadap tekanaan anggota girl band lain yang iri atas kemampuannya dalam menulis lagu dan koreografi. Setelah gadis itu menjadi vokalis utama, anggota yang lain menjadi iri. Wajahnya dirusak apalagi karena ia menjadi umpan bagi produsernya pada saat itu. Dengan dendam yang membara dalam hatinya, sang pencipta lagu white ini pun bunuh diri dengan meminum obat pembersih lantai. Anggota lain pun mengaku sebagai White yang baru dan menyanyikan lagu itu. Namun pada saat shooting video klip, ia merasa dihantui dan menemukan penari latarnya lebih satu orang. Akhirnya karena merasa tertekan, ia membakar sebuah surat peninggalan White. Namun white yang terus menghantuinya akhirnya membuat api di suratnya itu membakar seluruh bangunan termasuk orang-orang di dalamnya.

Akan tetapi, Eun Jeong dan sahabatnya salah paham dan mengira penyanyi pengganti itu adalah White. Eun Jeong yang merasa kutukan dalam lagu itu telah berhenti, menjadikan dirinya ‘White’ yang baru. Ia menjadi idola nomor satu dan digilai dimana-mana. Sikapnya menjadi berubah dan ia mengaku kalau lagu dan traian White adalah ciptaannya. Sampai saat Soon Ye menyadari kalau kutukan itu masih berlanjut. Ia pun mati-matian menyelamatkan Eun Jeong, namun terlambat. Saat Eun Jeoung tampil di acara penghargaan, the Music Fever Charts, dan memenangkannya, ia menemukan penarinya lebih. Dan kemunculan “White” asli yang hanya bisa dilihat oleh Eun Jeoun dan Soon Ye merenggut nyawa Eun Jeoung di atas panggung ketenaranya.
9. Bunshinsaba (2004)

Film ini bercerita tentang Yoo Jin, seorang murid pindahan dari Seoul yang, dengan dua temannya yang lain,Yoo Jin terus-menerus diganggu oleh teman-teman sekelasnya. Suatu malam, Yoo-Jin dan teman-temannya memutuskan untuk menempatkan kutukan pada musuh-musuh mereka dengan membuat sebuah papan Ouija dan mulai menulis nama-nama perempuan pengganggu.
Menggunakan kutukan Bunshinsaba, Yoo-Jin memperingatkan temannya yang lain untuk tidak membuka mata mereka hingga mantra selesai. Panggilan ini mulai berlaku, dan Yoo-jin, agak penasaran, membuka matanya. Dia terkejut dan ketakutan, saat melihat sosok gadis pucat seperti orang mati dengan rambut panjang menyamping.
Namun, tidak hanya sampai situ saja. Keesokan paginya ketika Yoo-jin datang ke kelas, dia menemukan bahwa salah satu mayat teman sekelas yang sering mengganggunya berada di meja dengan wajah terbakar. Sementara itu, pihak sekolah mempekerjakan guru sukarelawan bernama Eun Ju Lee, dia dikenal dengan sebutan Ms Lee, sebagai guru seni.
Dia mulai memanggil absen kelasnya dan berhenti pada nomor urut 29 dengan menyebutkan sebuah nama ‘Kim In-Sook’. Para siswa ketakutan ketika mereka mendengar nama itu, dan bergegas keluar dari kelas karena mereka melihat sang guru seperti berbicara dengan Kim In-Sook. Yoo-Jin adalah satu-satunya murid, yang berani memberitahu Eun Ju bahwa Kim In-Sook sudah tidak ada. Eun Ju kembali melihat kursi tersebut dan menyadari bahwa tidak ada nama di nomor kursi 29.
Tiba-tiba, Yoo-Jin melihat sosok di belakang Eun Ju. Penyelidikan segera di lakukan setelah tiga siswa pengganggu lainnya mati dengan cara yang sama. Akhirnya, Yoo-Jin menyadari bahwa dia kerasukan roh Kim In-Sook. Dia membunuh semua orang yang mengganggunya, meskipun dia tidak ingat telah melakukannya. Eun Ju juga bisa merasakan kekuatan mengerikan sekitarnya Yoo Jin.
Mr Han, penasihat kelas Yoo Jin, memutuskan untuk membantu Yoo-Jin dengan berkonsultasi pada temannya pada apa yang menyebabkan dia bertindak aneh. Melalui hipnotis, mereka mampu melihat masa lalu dan mencari tahu bahwa roh yang berada di tubuh Yoo-Jin adalah Kim In-Sook, dan memiliki memori bagaimana dia dibunuh.
Sesuatu menjadi bertambah buruk ketika Eun Ju kerasukan oleh roh Kim In-Sook, Chun Hee, ternyata merupakan reinkarnasi. Chun Hee dan Kim In-Sook secara brutal dibunuh oleh penduduk desa dan sebelum meninggal, mereka memberikan kutukan itu untuk generasi yang akan datang, siapapun yang meninggalkan desa akan mati. Dengan Chun Hee yang akhirnya menguasai tubuh Eun Ju, dia menuntut hukuman atas orang yang menganiaya mereka,pada akhirnya membunuh kepala sekolah Mr Han.
Tidak lama kemudian, Eun Ju melahirkan seorang anak perempuan dan dalam tubuh anak perempuannya  itu ada roh Kim In-Sook…

0 komentar:



Posting Komentar

Free Hello Kitty ani Cursors at www.totallyfreecursors.com